Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memiliki cerita tentang sikapnya yang dibenci oleh anggota DPR
SBOBET ~ Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok, sebelumnya pernah menjabat sebagai anggota DPR. Kala itu dirinya terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur untuk periode 2004-2009, setelah dirinya terjun ke dunia politik dan bergabung di bawah bendera Partai Perhimpunan Indonesia Baru (Partai PIB).
Ahok mengakui, saat itu dirinya memang tidak disukai oleh banyak anggota DPR lainnya di komisi II ketika membahas persoalan bagi-bagi uang.
"Saya tidak tahu ada permainan apa tidak (e-KTP), yang pasti di DPR itu tidak suka sama saya kalau soal bagi-bagi uang," kata Ahok.
Ahok berujar, rasa tidak suka anggota dewan saat ia masih menjadi anggota DPR nampak terlihat ketika ada perjalanan dinas, baik ke luar kota maupun ke luar negeri.
"Seperti, beberapa kali kasus terjadi perjalanan dinas. Sebenarnya hanya tiga hari, tapi pembukuannya selama 4-5 hari. Ya saya coret dong, enggak bisa saya bilang, kalau tiga hari ya tiga hari," tutur Ahok.
Pada saat anggota dewan pergi ke Maroko, kata Ahok, untuk membahas kerjasama antar parlemen, mereka justru meminta untuk pergi bertamasya ke Spanyol. Hal itu sangat tidak disukai oleh Ahok, keadaan seperti itu membuat Ahok mendapat banyak kecaman, jika uang perjalanannya ke Maroko akan dipotong.
"Jadi kalau Anda tidak mau ikut, maka semua uang perjalanan Anda akan dipotong semua, termasuk perjalanan ke Maroko, jadi uang yang Spanyol saya enggak terima, tapi uang tiket dan pesawat dan hotel yang sudah dibooking, itu tanpa izin saya. Enggak benar itu saya bilang, saya baru ditodong di
Dubai, ngamuk saya malam itu, datang ke Dubai transit, ketua rombongan datangi saya, kami sudah beli tiket ke Spanyol termasuk uang hotel," ungkap Ahok.