Laga Final nanti akan menjadi adu kemampuan arsitek kedua kesebelasan, Peter Bosz dan Jose Mourinho
SBOBET ~ Pelatih Ajax Amsterdam, Peter Bosz, akan beradu taktik dengan manajer Manchester United, Jose Mourinho, pada final Liga Europa 2016-2017 di Friends Arena, Stockholm, Rabu (24/5/2017).
Peter Bosz dan Jose Mourinho merupakan sosok yang identik musim ini. Keduanya baru mengasuh kesebelasan masing-masing sejak awal musim 2016-2017 dan sukses lolos ke final kompetisi Eropa.
Peter Bosz mulai melatih Ajax Amsterdam sejak Juli 2016 menggantikan Frank de Boer yang pindah ke Inter Milan. Bosz menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun di Ajax.
Sementara itu, Jose Mourinho ditunjuk sebagai pengganti Louis van Gaal sejak Juli 2016. Manajer asal Portugal itu sebelumnya sempat menganggur setelah dipecat Chelsea pada 17 Desember 2015.
Akan tetapi, Jose Mourinho memiliki keunggulan dibandingkan Bosz pada musim pertamanya. Sang manajer telah mempersembahkan Piala Liga Inggris 2016-2017 untuk The Red Devils.
Berikut ini adalah data dan statistik Peter Bosz dan Jose Mourinho pada musim ini :
Peter Bosz

Bosz ditunjuk menjadi pelatih Ajax Amsterdam pada Mei 2016. Sebelumnya, pria berusia 53 tahun itu mengasuh klub asal Israel, Maccabi Tel Aviv.
Bosz telah mendampingi Ajax dalam 55 pertandingan di seluruh kompetisi. Dari jumlah tersebut, de Godenzonen meraih 36 kemenangan, 11 kali bermain imbang, dan delapan kali menelan kekalahan.
Pelatih asal Belanda itu juga membuat Ajax menjadi
kesebelasan yang agresif. de Godenzonen hampir selalu tampil dengan skema menyerang, 4-3-3. Musim ini mereka mencetak 119 gol di seluruh kompetisi.
Meski begitu, tangan dingin Bosz belum menghasilkan gelar untuk Ajax Amsterdam pada musim ini. Skuat asuhannya harus puas mengakhiri musim di peringkat kedua klasemen akhir Eredivisie, dengan selisih satu poin dari Feyenoord yang keluar sebagai juara.
Meski begitu, tangan dingin Bosz belum menghasilkan gelar untuk Ajax Amsterdam pada musim ini. Skuat asuhannya harus puas mengakhiri musim di peringkat kedua klasemen akhir Eredivisie, dengan selisih satu poin dari Feyenoord yang keluar sebagai juara.